
Artikel ini menjelaskan bagaimana kesetaraan gender dalam pandangan multikultural. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kajian literature. Dalam argument tentang kesetaraan, fokusnya adalah bahwa semua orang harus diperlakukan secara adil. Perbedaan-perbedaan merupakan bagian dari kesetaraan yang sebenarnya, dan kelompok-kelompok harus memiliki hak-hak khusus untuk mengakomodasi perbedaan-perbedaan yang ada. Saat menganalisis asumsi dasar dari prinsip kesetaraan dan pengakuan terhadap perbedaan, terdapat beberapa masalah yang ditemukan. Pertama, terjadi ketegangan antara satu kelompok dan kelompok-kelompok lainnya, di mana multikulturalisme secara ironis dapat mengabaikan persamaan sambil menekankan perbedaan antar kelompok budaya. Kedua, konflik dapat timbul antara minoritas yang mengklaim kesetaraan. Jika kita ingin terus memajukan agenda multikultural, maka masalah-masalah ini harus diselesaikan.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
