
Media sosial facebook saat ini lebih dominan dimanfaatkan sebagai ajang untuk membangun dan menyebarkan pesan maupun wacana-wacana kebencian. Dugaan penistaan agama oleh Basuki Cahaya Purnama Alias Ahok saat melakukan kampanye sebagai calon gubernur DKI di Kepulauan Seribu, adalah contoh kasus yang menimbulkan kegaduhan di ruang maya. Polemik atas kasus tersebut menunjukkan bahwa kebebasan berkomunikasi di dunia maya lebih cenderung destruktif daripada bersifat konstruktif yang disebabkan oleh komentar baik berupa ujaran maupun wacana para netizen yang tanpa disertai oleh kesadaran etis. Belajar dari kasus ini, maka semangat demokratisasi melalui ruang cyber sebagaimana menjadi harapan banyak pihak pada masa-masa awal kemunculannya justru bertolak belakangan dengan fakta yang kerap muncul ranah ini. Sehingga alih-alih menjadi saluran bagi tersemainya semangat demokratisasi antar-anggota masyarakat (netizen), yang terjadi adalah bahwa ketiadaan gatekeeper telah menjadikan media sosial seperti facebook sebagai saluran yang bebas nilai dan tempat tumbuhsuburnya berbagai ujaran dan wacana kebencian yang berimplikasi pada redupnya semangat demokratisasi itu sendiri.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
