
Upacara kenduri merupakan adat tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun. Keberadaan upacara kenduri yang dilaksanakan secara turun temurun mampu menjadi alat kontrol sosial untuk menjaga gerak dan arah dari cita-cita bersama. Kenduri mampu mempersatukan dan mempererat tidak sebatas pada kesatuan kepentingan, kesatuan cita-cita, namun juga mengarah pada kesatuan individu. Suasana Kenduri penuh kerukunan, sendau gurau, berbagi, komunikasi serta musyawarah mencapai mufakat yang ditutup dengan makan bersama dan berbagi tumpeng yang telah didoakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kenduri di masa era globalisasi. Metode penelitian yang dilakukan dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang mengacu pada pendapat Bog dan Taylor. Hasil penelitian ditemukan nilai religius atau ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai demokratis,nilai keadilan serta kecintaan pada alam sekitar. Peran tokoh masyarakat dalam melestarikan budaya lokal kenduri sangat besar sebagai upaya melestarikan budaya kenduri dalam mekanisme sosial untuk merawat dan menjaga kebersamaan sehingga cita-cita yang sejak semula dibuat diteguhkan kembali.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
