
Serangan malware kian hari kian memprihatinkan. Evolusi malware yang cepat dan semakin destruktif menimbulkan kekhawatiran bagi banyak pihak. Oleh karena itu, deteksi malware yang efektif sangat dibutuhkan. Data mining memainkan peran yang krusial dalam bidang ini, mengingat algoritma-algoritma yang ada pada data mining bisa dilatih hingga menghasilkan akurasi yang paling tinggi. Untuk mengklasifikasi suatu file, apakah tergolong malware atau tidak, dalam penelitian ini metode stacking digunakan karena dapat meningkatkan akurasi jika dibandingkan dengan algoritma-algoritma klasifikasi konvensional. Empat Algoritma dilibatkan dalam eksperimen yang dilakukan, yaitu: Neural Network, Random Forest, kNN, dan Logistic Regression. Tiga algoritma pertama digunakan sebagai classifier pada level 0, sementara itu Logistic Regression digunakan classifier pada level 1 (meta classifier). Dengan kombinasi 4 algoritma tersebut, akurasi yang diperoleh adalah sebesar 98.7%, dan akurasi tersebut merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan masing-masing algoritma jika dieksekusi secara individual.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
