
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Hassan Hanafi dalam diskursus Alqur’an dan tafsirnya. Kajian ini akan difokuskan pada gagasan Hassan Hanafi seputar tafsir tematik (mauá¸u’ī) yang bertujuan untuk melengkapi kekosongan dalam metode tahlÄ«lÄ« yang tidak sesuai dengan substansi dan kebutuhan umat dewasa ini dan pembaca tidak teridentifikasi oleh bacaannya sendiri, sehingga bacaan itu menjadi dingin, tidak berguna dan menjadi absolut, sementara umat membutuhkan penafsiran yang hidup dan bermanfaat, serta pengetahuan yang sesuai dengan keadaan mereka. Gagasan Hassan ini dianalisa menggunakan pendekatan content analysis terhadap karya-karya Hanafi dan kemudian penulis rumuskan dalam judul yang cukup familiar dengan Hassan Hanafi sendiri, yaitu al-TafsÄ«r al-YasÄri. Untuk menyelesaikannya Hanafi memberikan solusi, yaitu tafsir kesadaran (hermeneutika pembebasan) tematik, yang memposisikan Alqur’an agar mendeksripsikan manusia, hubungannya antar sesama, tugasnya di dunia, kedudukannya dalam sejarah, membangun sistem sosial dan politik dan mengajukan alternatif melalui metode analisis pengalaman yang membawa kepada makna teks bahkan realitas itu sendiri
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
