
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanozeolit alam Pahae dengan menggunakan Planetary Ball Milling. Zeolit diambil dari Pahae, kemudian digerus lalu diayak dengan 200 mesh, dicuci dengan aquades. Kemudian diaktivasi secara kimia dengan melarutkan ke dalam HCl 2 molar dengan perbandingan 1:3 b/v. Diaktivasi secara fisika dengan mensintering pada suhu 500 oC selama 2 jam. Zeolit yang telah dikeringkan dimasukan dalam Planetary Ball Milling dengan kecepatan 500 rpm selama 8 jam, 16 jam, dan 24 jam. Analisis XRD ditemukan pola difraksi berbentuk amorf dan dengan menggunakan persamaan scherrer diperoleh ukuran rata-rata partikel zeolit sebesar 85,44 nm pada penggilingan selama 24 jam. Hasil SEM menunjukkan permukaaan nanozeolit masih ada menggumpal (aglomerasi) dan ukurannya kurang merata. Hasil EDX diperoleh kandungan zeolit terdiri dari silikon (43,75%), Oksigen (42,66%), Aluminium dan (7,72%), Besi (6,39%), dan Kalium (3,3%) Kata kunci : Nanozeolit, Planetary Ball Milling, XRD, SEM, EDX
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
