
Dalam perkembangannya hubungan internasional selalu memberikan tempat khusus bagi hadirnya tren diplomasi terkini. Pembahasan soft power, hard power dan smart power dari Nye dengan penekanan praktik America power, mengantarkan discourse tentang soft diplomacy di belahan dunia lainnya, Asia dan Eropa. Hal ini dapat menjadi sebuah penanda atau momentum bergesernya kecenderungan masyarakat internasional untuk optimalisasi upaya diplomasi sebagai pencegahan terhadap penyelesaian konflik internasional. Di dalam tulisan ini, peneliti menggunakan metode studi kasus untuk mengupas berbagai fenomena unik dari praktik soft diplomacy di berbagai kisah diplomasi yang mendunia. Tulisan ini akan mengungkap batas dan definisi praktik konsep soft diplomacy. Dari uraian pembahasan tersebut diharapkan akan muncul definisi soft diplomacy yang secara tegas akan membedakannya sekaligus memberi khas diantara praktik-praktik diplomasi yang telah ada di masa sebelumnya.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 2 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
