
Kedelai hitam (Glycine max) merupakan sumber antioksidan alami yang kaya akan senyawa bioaktif. Literatur review ini mengkaji aktivitas antioksidan, senyawa kimia, dan metode analisis antioksidan kedelai hitam. Artikel dipilih berdasarkan beberapa kriteria inklusi yang sudah ditetapkan, di antaranya artikel yang akan dikaji dibatasi dalam rentang tahun 2014 sampai 2024 dengan menggunakan kata kunci “antioksidan kedelai hitam”, “aktivitas antioksidan kedelai hitam”, “antioksidan dan kedelai hitam”, “antioxidant activity of black soybean”, dan “antioxidant and black soybean”, artikel harus menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, artikel diakses secara full text, dan artikel harus merupakan research article. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa biji kedelai berkulit hitam memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan biji kedelai dengan warna kulit lain. Kedelai hitam mengandung antosianin, flavan-3-ol, dan senyawa aktif lainnya yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan. Berdasarkan pengkajian literatur, metode analisis aktivitas antioksidan kedelai hitam meliputi ABTS, DPPH, FRAP, H-ORAC, dan ORAC.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
