
Paska reformasi Mei 1998 virus sekolah unggul menjangkiti pengelola sekolah Muhammadiyah. Bermula dari pengelola SD/MI selanjutnya menular ke tingkat Sekolah Menengah. SD/MI Muhammadiyah unggul telah bermunculan, baik yang di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Ia menjadi rujukan utama orang tua siswa dalam mendidik putra-putrinya. Sekolah yang diminati itu adalah sekolah model baru yang mengusung sayap kembar keunggulan, yaitu kemampuan akademisnya kompetitif (intelektual) dan kesalehan beragama (ulama). Ketika sekolah Muhammadiyah model baru ini mampu “merebut kepercayaan masyarakat”, pertanyaannya adalah: bagaimana merawat dan memupuk kepercayaan (trust) secara cerdas. Cara paling genial untuk memupuk kepercayaan ialah dengan jalan memperbaiki tata kelola guru. Secara historis, guru Muhammadiyah telah melewati tiga zaman, yaitu: guru mubaligh, diikuti guru birokrat, dan saat ini tengah memasuki periode transisi untuk menjadi profesional. Tantangan terbesar sekolah Muhammadiyah model baru yang tengah tumbuh ini adalah, bagaimana menjadikan dirinya sebagai rumah yang hangat bagi tumbuh kembang guru Muhammadiyah profesional berkemajuan.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
