
Alay merupakan sebuah fenomena sosial perilaku remaja di Indonesia. "Alay" merupakan singkatan dari "anak layangan"atau "anak lebay". Pada paper ini, akan dibahas bagaimana memodelkan fenomena alay berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh. Alay dipandang sebagai penyakit sosial, sehingga model penyebaran penyakit dipilih untuk memodelkan fenomena ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran alay yang digunakan untuk model adalah jumlah orang yang positif dikatakan alay dalam suatu populasi, tingkat kedewasaan (usia), serta jumlah media yang memberikan tayangan positif dan negatif. Penentuan parameter-parameter dilakukan melalui observasi terhadap sampel kelas Ilmu Komputasi. Hasilnya , dapat disimulasikan jumlah sebaran dan laju dari individu-individu yang dikategorikan rawan alay, alay, dan sembuh dari alay. Dari model tersebut dapat disimulasikan juga faktor apa saja yang harus ditingkatkan agar fenomena “alay” dapat dikurangi.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
