
Media komunikasi visual sangat beragam jenis dan bentuknya, salah satu media komunikasi visual yang mampu mengjangkau semua kalangan dan generasi adalah komik. Selain dipandang sebagai suatu bentuk media komunikasi visual, komik juga dapat dilihat sebagai sebuah produk seni serta artefak budaya popular. Komik sebagai bentuk media komunikasi visual yang unik, dapat menjadi media yang secara leluasa dapat mengusung berbagai topik dan gagasan. Penulis menggunakan jenis penelitian diskriptif kualtitatif dalam tulisan ini. Metode yang digunakan yaitu studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan cara pembacaan kritis dan menganalisis berbagai pustaka yang relevan. Isi pembahasan tulisan ini terdiri dari mode kerja komik sebagai media komunikasi visual yang membahas bagaimana komik bekerja sebagai media komonikasi visual dan sejarah perkembangan komik. Sajian dari tulisan ini diaharapkan dapat menjadi topik kajian dan menambah kasanah wawasan serta pengetahuan secara lebih luas tentang komik sebagai sebuah media komunikasi visual. Kata Kunci: komik , media komunikasi
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
