
Kajian teologis tentang konsepsi wahyu merupakan diskursus yang cenderung misterius dalam Studi Alquran. Perlu penelaahan ulang terkait penelusuran konsep pewahyuan dan kodifikasi, tulisan ini berusaha menelaah kembali sejarah pewahyuan hingga kodifikasi dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Penelitian ini menemukan bahwa kajian sejarah pewahyuan Alquran hingga kodifikasi, meliputi profil wahyu yang turun secara bertahap (tanzīl) dari bait al-izzah, yang diturunkan secara bertahap ke dalam hati sanubari Nabi Saw, berbeda dengan tradisi penurunan kitab-kitab samawi sebelumnya yang diturunkan secara serentak (inzal). Konsep tauqifi telah memastikan susunan mushaf resmi Uthman sesuai dengan urutan utuh pada kondisi asalnya di Lauh maḥfūẓ. Data sejarah yang diuangkap tersebut meneguhkan keyakinan teologis sunni atas sifat-sifat Dzat Tuhan yang qadīm, dengan konsepsi dualisme Kalām Ilahi, yaitu sisi Firman Tuhan dalam Dzat-Nya yang qadīm (al-Kalām al-Nafsi al-Qadīm) dan sisi penciptaan Kalām Ilahi yang verbalik berupa bacaan di Lauh maḥfūẓ sebagai salinan dari Kalām Ilahi
nuzul, mushaf, BP1-253, wahyu, Islam, alquran
nuzul, mushaf, BP1-253, wahyu, Islam, alquran
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
