
Penggunaan eksplan mata tunas pisang (Musa paradisiaca var. Raja Bulu) diduga lebih efektif membentuk tunas secara langsung ,sehingga dapat memotong satu tahapan kultur in vitro. Tujuan penelitian ini mengetahui kombinasi hormon dan ukuran eksplan yang terbaik untuk pertumbuhan mata tunas secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial (4x2) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama hormon (P) yaitu P0: tanpa zat pengatur tumbuh, P1: IAA 0,5 mg/l + BA 4,5 mg/l, P2: IAA 3 mg/l + BA 7 mg/l, P3: IAA 5,5 mg/l + BA 9,5 mg/l. Faktor kedua ukuran eksplan yaitu B: mata tunas besar (3 - 4 cm) dan K: mata tunas kecil (1 - 2 cm). Parameter yang diamati adalah bobot, diameter, warna, morfologi mata tunas dan browning. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika ada beda pengaruh diuji lanjut Duncan’(DMRT) signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi perlakuan kombinasi hormon dan ukuran mata tunas terhadap diameter mata tunas, namun tidak terdapat interaksi terhadap bobot mata tunas. Perlakuan hormon dan ukuran mata tunas masing – masing berpengaruh nyata terhadap bobot mata tunas. Interaksi hormon IAA 5,5 mg/l + BA 9,5 mg/l dan mata tunas besar menghasilkan diameter mata tunas paling tinggi, sedangkan masing-masing perlakuan menghasilkan bobot mata tunas paling tinggi. Kombinasi hormon IAA 0,5 mg/l + BA 4,5 mg/l menghasilkan diameter paling tinggi pada mata tunas kecil. Semua perlakuan kombinasi hormon dan mata tunas menyebabkan eksplan membengkak dan mengelupas kecuali pada kombinasi hormon IAA 3 mg/l + BA 7 mg/l eksplan hanya membengkak. Warna eksplan menjadi hijau seiring dengan bertambahnya bobot. Kata kunci : mata tunas, Raja Bulu, IAA, BA.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
