
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa pemikiran etika al-Ghazali disebut sebagai etika religius, tulisan ini menggunakan metode interpretasi untuk menafsirkan pemikirannya tentang etika. Adapun yang ditemukan di dalam tulisan ini yaitu: pertama, pemikiran etika al-Ghazali disebut sebagai etika religius karena konsep etikanya mengacu pada keagamaa Islam dan menggunakan jalan sufistik yang menekankan pada pengalaman spiritual, kedua, tujuan dari etika religius yaitu mendapatkan kebahagiaan di akhirat, baik buruknya tindakan ditentukan oleh dampak dalam kehidupan di akhirat, dikatakan sebagai tindakan baik ketika mendukung untuk menuju kebahagiaan di akhirat dan dikatakan buruk ketika menghalanginya, ketiga, cara mendapatkan kebahagiaan di akhirat melalui ilmu dan amal.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
