
Ketika masyarakat berkembang semakin luas dan kebutuhan manusia meningkat, maka hubungan dengan orang lain dengan beragam identitas primordialnya menjadi tidak bisa dihindarkan. Sebagai konsekuensi dari fakta ini adalah kemungkinan munculnya gesekan-gesekan antara berbagai kelompok masyarakat yang berbeda. Ketika menyangkut hubungan dengan penganut agama lain, Islam memberikan rambu-rambu dan batasan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Maka kontroversi seringkali tidak bisa dihindarkan. Isu hubungan dengan orang yang berbeda agama dari kita, atau yang secara mudah sering diistilahkan dengan non-Muslim menjadikan perbedaan pendapat antara berbagai kecenderungan pemikiran dalam Islam. Sebutlah kelompok moderat, kelompok radikal, kelompok liberal, juga kelompok tradisionalis dan kelompok modernis. Tulisan ini menguraikan pola hubungan Muslim-Non-Muslim melalui pendekatan yang lebih moderat dan kontekstual.
Philosophy. Psychology. Religion, BP1-253, radikalisme, B, hubungan muslim non muslim, Islam
Philosophy. Psychology. Religion, BP1-253, radikalisme, B, hubungan muslim non muslim, Islam
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
