
Doa merupakan bentuk ritual ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Penulis mengambil kisah doa Nabi Musa karena memiliki keistimewaan yaitu mirip dengan kisah Nabi Muhammad dari segi syari’ah, dan nama Nabi Musa disebutkan lebih banyak di bandingkan nabi-nabi yang lain sampai di ulang sebanyak 130 kali di dalam Al Qur’an. Dalam penelitian ini mengkaji doa Nabi Musa dalam Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi. Sebuah kitab tafsir yang monumental dengan gaya penyampaian yang modern sehingga lebih mudah di pahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran doa-doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an serta ketentuan berdoa menurut penafsiran Al-Maraghi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maudh’i. Hasil penelitian ini menunjukkan penafsiran doa-doa Nabi Musa dalam fase alur kehidupan Nabi Musa, yaitu fase pertama sejak berada di mesir sebelum kenabian, fase kedua saat hijrah ke madyan dan fase ketiga ketika kembali ke mesir setelah kenabian. Penafsiran doa Nabi Musa dalam ketentuan berdoa secara umum diperoleh 4 kategori yaitu ikhlas dalam berdoa, yakin bahwa doa itu akan terkabul, bertaubat dan berbaik sangka kepada Allah.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
