
Penyediaan fasilitas parkir dapat berfungsi sebagai salah satu alat pengendali lalu lintas. Fasilitas parkir ini pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu parkir menurut penempatannya, statusnya, kendaraannya, tujuannya, jenis pemilikan dan pengoperasiannya. Untuk memenuhi kebutuhan fasilitas maka pada kawasan-kawasan tertentu dapat disediakan fasilitas parkir untuk umum yang diusahakan sebagai suatu kegiatan usaha yang berdiri sendiri dengan memungut bayaran. Kota Semarang merupakan kota MICE (meeting, incentive, convention, dan exhibition) menimbulkan potensi kebutuhan ruang parkir. Kebutuhan ruang parkir cenderung meningkat dari tahun ke tahun sehingga perlu diupayakan untuk mengatur layout ruang parkir dan mekanisme pengelolaan perpakiran. Berdasarkan pada latar belakang tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi titik parkir yang sesuai dengan kondisi prioritas kebutuhanperparkiran di badan jalan dengan memperhatikan aktifitas dan ruang jalan dan menetapkan mekanisme yang terukur berdasarkan pola ruang perparkiran guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
