
Air buangan merupakan air dari pengolahan air limbah yang telah memenuhi baku mutu sebagai air buangan ke lingkungan, namun beberapa pabrik mengolah air buangan menjadi air baku untuk memenuhi kebutuhan air pada proses produksi. Proses produksi pabrik kertas berjalan secara kontiyu sehingga kebutuhan air sangat besar. Hal ini menjadi permasalahan karena untuk memenuhi kebutuhan air pabrik menggunakan air permukaan (sungai) dan peraturan tentang regulasi kualitas air. Oleh sebab itu pabrik kertas melakukan inovasi berupa penggunaan kembali air buangan dengan sistem filtrasi sehingga didapatkan kualitas air baku yang memenuhi kualitas air yang dapat digunakan untuk proses produksi. Hasil dari sistem filtrasi pada air buangan memiliki kondisi optimal 30 detik saat proses filtrasi dan menunjukkan penurunan sebesar TSS 67,21%, COD 64,9%, Kekeruhan 62,35% dan warna 79,96 % yang menunjukkan telah memenuhi baku mutu dari perusahaan dan pemerintah.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 1 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
