
Sebelum agama Islam masuk ke wilayah Nusantara secara sosio-religius masyarakat Nusantara telah terdiferensiasi ke dalam beberapa kelompok (group) yaitu mereka yang menganut kepercayaan asli, mereka yang memeluk agama Hindu, dan mereka yang memeluk agama Buddha. Namun begitu, distingsi tersebut tidak menimbulkan schisma yang mencemaskan dalam masyarakat. Sebaliknya hubungan antar umat beragama pada masa itu bisa dikatakan mencapai puncak yang membanggakan jika dibandingkan setelah agama-agama monoteis masuk ke wilayah Nusantara. Kerukunan tersebut tercipta karena kearifan dari nenek moyang dalam mengelola pluralitas. Mereka cukup arif dalam mengelola ke-ortodoksian credo agama mereka. Begitu juga dengan negara, dalam mengakomodasi kepentingan agama-agama yang eksis cukup bijak.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
