
Tulisan ini bertujuan menyoroti makna denotasi dan konotasi pada tanda pada dilarang berpacaran yang terdapat di taman kota di Samarinda. Taman kota yang diambil adalah taman kota yangbersifat publik, ikonik dan berada dekat dengan fasilitas umum lainnya. Semiotika pendekatan Roland Barthes digunakan sebagai metode dalam analisis. Data diambil dengan melakukan wawancara ke pengunjung tiga taman kota dan pengamatan serta melalui sumber yang bersifat sekunder, sehingga diperoleh hasil : 1) taman kota sebagai bentuk dari ruang terbuka hijau (RTH) memiliki dua fungsi yaitu ekologis dan sosial 2) tanda dilarang berpacaran merupakan jenis semiotik kultural dan normatif.
| selected citations These citations are derived from selected sources. This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | 0 | |
| popularity This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network. | Average | |
| influence This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically). | Average | |
| impulse This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network. | Average |
