Actions
  • shareshare
  • link
  • cite
  • add
add
auto_awesome_motion View all 2 versions
Publication . Article . 2016

PERBANDINGAN PENGUKURAN RADIOMETER DAN RADIOSONDE PADA MUSIM HUJAN DI DRAMAGA BOGOR

Ibnu Athoillah; Saraswati Dewi; Findy Renggono;
Open Access   English  
Published: 27 Dec 2016 Journal: Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca (issn: 2549-1121, eissn: 1411-4887, Copyright policy )
Publisher: BPPT
Abstract
Intisari Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BB-TMC) BPPT bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan kegiatan Intensive Observation Period (IOP) selama puncak musim hujan pada tanggal 18 Januari - 16 Februari 2016 di wilayah Jabodetabek. Salah satu peralatan yang digunakan untuk observasi adalah Radiometer dan Radiosonde. Pada penelitian ini akan difokuskan bagaimana perbandingan hasil dari pengukuran Radiometer dan Radiosonde selama kegiatan IOP terutama untuk parameter temperatur dan kelembapan relatif. Hasil dari perbandingan pada profil atmosfer di lapisan tertentu terlihat adanya data yang mempunyai kecenderungan jauh dan tidak memiliki kedekatan nilai. Untuk pengukuran temperatur dengan radiometer jika dibandingkan dengan radiosonde, korelasi data semakin kecil di lapisan atas, sebaliknya jika untuk pengukuran kelembapan relatif, korelasi data di lapisan atas lebih tinggi daripada korelasi data di lapisan bawah. Sedangkan jika dibandingkan pada satu waktu antara radiometer dan radiosonde menunjukkan kecocokan untuk kedua data, meskipun kecocokan data kelembapan relatif lebih kecil dibandingkan data temperatur. Abstract National Laboratory for Weather Modification (BB-TMC) BPPT has colaborated with Meteorological Climatology and Geophysic Agency (BMKG) in conducting Intensive Observation Period (IOP) during the peak of rainy season in Jabodetabek area on January 18 th - February 16 th 2016. One of the tools used in the observation is Radiometer and Radiosonde. This study will focus on comparison result between Radiometer and Radiosonde measurement during IOP especially for temperature and relative humidity parameters. The result in a particular layer of profile atmosphere indicates that the data tends to deviate away. The temperature difference measured using radiometer and radiosonde in the upper layer shows smaller value than that in the lower layer. In contrast, the correlation for relative humidity data in the upper layers is higher than in the lower layers. Meanwhile when compared at one time indicate a good match for both data, although the data matches of the relative humidity are lower than the temperature data.
Subjects

Meteorologi, Radiometer, Radiosonde, Temperatur, Kelembapan Relatif.

Anthony J. Onwuegbuzie Larry Daniel, N. L. L. (2007). Pearson Product-Moment Correlation Coefficient. Encyclopedia of Measurement and Statistics, 2(1), 751-756. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.4135/9781 412952644

Battaglia, Allessandro & Saavedra, Pablo. 2009. Characterization of Precipitating Cloud by Ground Based Measurements with the Triple Frequency Polarized Microwave Radiometer. Journal of Applied Meteorology and Climatology. Amerika.

Hasan, M. Iqbal. 2005. Pokok - Pokok Materi Statistik 1. PT Bumi Aksara, Jakarta.

Martner, B.E., et al. 1993. An Evaluation of Wind Profiler, RASS, and Microwave Radiometer Performance .Bulletin of the American Meteorological Society: Amerika

Montgomery, D.C and Runger G.C. 2003. Applied Statistics and Probability for Engineers, Third Ed. John Wiley & Sons.Inc. New York.