Powered by OpenAIRE graph
Found an issue? Give us feedback
image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ eSkripsi Universitas...arrow_drop_down
image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
versions View all 2 versions
addClaim

This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

You have already added 0 works in your ORCID record related to the merged Research product.
addClaim

This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

You have already added 0 works in your ORCID record related to the merged Research product.

Hubungan Pola Konsumsi Pangan Dengan Status Gizi Balita Usia (24-59 Bulan) Pada Keluarga Petani Karet Di Nagari Sumpur Kudus Dan Sumpur Kudus Selatan Kabupaten Sijunjung Tahun 2015

Authors: RANI, PEBRINA SARI;

Hubungan Pola Konsumsi Pangan Dengan Status Gizi Balita Usia (24-59 Bulan) Pada Keluarga Petani Karet Di Nagari Sumpur Kudus Dan Sumpur Kudus Selatan Kabupaten Sijunjung Tahun 2015

Abstract

Masalah gizi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP). Riskesdas Indonesia tahun 2013, menunjukan prevalensi KEP pada balita dengan status gizi buruk (5,7%), dan gizi kurang (13,9%), terlihat meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2007 dan 2010. Provinsi Sumatera Barat termasuk provinsi yang memiliki prevalensi gizi buruk-gizi kurang di atas angka prevalensi nasional yaitu sebesar 21,2%. Berdasarkan hasil laporan dari seksi gizi bidang pelayanan kesehatan tahun 2013, secara keseluruhan di Kabupaten Sijunjung terdapat 117 balita BGM dan 37 balita gizi buruk. Status gizi pada balita secara langsung dipengaruhi oleh konsumsi pangan yang masih tergantung dari pola konsumsi pangan keluarga. Berdasarkan observasi awal pola konsumsi pangan terhadap 10 keluarga petani karet yang memiliki balita, dimana 6 keluarga lebih sering mengkonsumsi singkong, dan mie instan sebagai lauk, dan 4 keluarga lainnya hanya mengkonsumsi telur, tahu, dan tempe satu kali seminggu. Dalam satu bulan 10 keluarga tersebut tidak pernah mengkonsumsi ayam, ikan, dan daging. Hal seperti ini terjadi karena penghasilan keluarga tersebut hanya Rp. 90.000,- /minggu, yang digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan dan status gizi balita usia (24-59 bulan) pada keluarga petani karet di Nagari Sumpur Kudus dan Sumpur Kudus Selatan Kabupaten Sijunjung tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - Oktober 2015 di Nagari Sumpur Kudus dan Sumpur Kudus Selatan Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung, dengan populasi sebanyak 165 balita. Penentuan lokasi dan sampel penelitian ini menggunakan teknik multistage random sampling yang diambil secara proporsional. Data dikumpulkan dengan wawancara yang dilakukan oleh peneliti sendiri dan pengukuran antropometri dibantu oleh seorang tenaga kesehatan dengan latar belakang D3 gizi. Pengolahan data dilakukan secara SPSS dan dianalisis statistik dengan uji chi square dan uji t test pada p value p < 0,05. Hasil penelitian pada keluarga petani karet didapatkan hubungan karakteristik keluarga seperti jumlah anggota keluarga dengan tingkat kecukupan protein (p < 0,05), namun pada pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengetahuan gizi ibu, dan pola asuh tidak terdapat hubungan yang signifikan. Tidak terdapat perbedaan rata-rata konsumsi energi dan protein dengan status gizi BB/U, TB/U, BB/TB. Tidak terdapat hubungan tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi BB/U, TB/U, namun pada status gizi BB/TB dengan tingkat kecukupan energi tidak terdapat hubungan, tetapi pada tingkat kecukupan protein terdapat hubungan yang signifikan (p < 0,05). Pola konsumsi pangan (energi dan protein) dengan status gizi BB/U, TB/U tidak terdapat hubungan yang bermakna, namun konsumsi protein dengan status gizi BB/TB terdapat hubungan yang signifikan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas agar memprioritaskan penanganan masalah gizi melalui kegiatan posyandu dengan melakukan pemberian makanan tambahan tinggi energi, melihat masih rendahnya konsumsi energi pada keluarga petani karet sehingga tingkat kecukupan energi balita pada keluarga petani karet dapat terpenuhi sesuai AKG. Daftar Pustaka : 36 (1982-2015) Kata Kunci : Pola Konsumsi Pangan, Status Gizi, Petani Karet.

Country
Indonesia
Related Organizations
Keywords

RJ101 Child Health. Child health services, RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine, R Medicine (General)

  • BIP!
    Impact byBIP!
    citations
    This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
    0
    popularity
    This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network.
    Average
    influence
    This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
    Average
    impulse
    This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network.
    Average
  • citations
    This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
    0
    popularity
    This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network.
    Average
    influence
    This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
    Average
    impulse
    This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network.
    Average
    Powered byBIP!BIP!
Powered by OpenAIRE graph
Found an issue? Give us feedback
citations
This is an alternative to the "Influence" indicator, which also reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
BIP!Citations provided by BIP!
popularity
This indicator reflects the "current" impact/attention (the "hype") of an article in the research community at large, based on the underlying citation network.
BIP!Popularity provided by BIP!
influence
This indicator reflects the overall/total impact of an article in the research community at large, based on the underlying citation network (diachronically).
BIP!Influence provided by BIP!
impulse
This indicator reflects the initial momentum of an article directly after its publication, based on the underlying citation network.
BIP!Impulse provided by BIP!
0
Average
Average
Average
moresidebar

Do the share buttons not appear? Please make sure, any blocking addon is disabled, and then reload the page.