PRODUKSI NANOFIBER DAN APLIKASINYA DALAM PENGOLAHAN AIR

Other literature type OPEN
Krisnandika, Vania Elita (2017)

Abstrak Kebutuhan air meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan taraf kehidupan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan secara terus-menerus dan sangat cepat di Indonesia mengakibatkan penurunan kualitas air permukaan. Teknologi membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Membran berstruktur nano, khususnya nanofiber, saat ini menjadi perhatian karena menjawab kebutuhan teknologi filtrasi yang efektif dan hemat biaya. Produksi nanofiber paling efektif dilakukan melalui proses electrospinning. Meskipun electrospinning adalah proses yang sederhana, ada beberapa parameter penting seperti properti larutan, parameter proses, dan kondisi ambient, yang perlu diperhatikan karena sangat mempengaruhi kualitas dari membran nanofiber yang dihasilkan. Nanofiber untuk pengolahan air banyak berasal dari biopolimer. Kebanyakan biopolimer memiliki gugus-gugus fungsi yang unik dan dapat diaplikasikan dalam pengolahan air limbah untuk menyerap berbagai logam berat melalui pertukaran ion, kelasi, atau tarikan elektrostatis. Nanofiber dapat diaplikasikan sebagai biosensor dan filtrasi karena memiliki luas permukaan yang besar, porositas yang dapat disesuaikan. Namun, sebagian besar biopolimer masih rentan terhadap biodegradasi dan beberapa di antaranya mudah larut dalam air sehingga umurnya sangat singkat dan harus diganti secara teratur dari waktu ke waktu. Perlu dilakukan peningkatan stabilitas, baik melalui perlakuan fisik maupun kimia tanpa mengubah properti unik yang penting untuk diaplikasikan dalam pengolahan air.
Share - Bookmark

  • Download from
    ZENODO via ZENODO (Other literature type, 2017)
  • Cite this publication