Sistem Perburuan Landak Moncong Panjang (Zaglossus bruijnii) pada Masyarakat Kampung Waibem dan Kampung Saukorem Tambrauw, Papua Barat

Article English OPEN
Awak, Tresia Frida ; Fatem, Sepus ; Yohanita, Aksamina (2016)
  • Publisher: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
  • Journal: Jurnal Ilmu Kehutanan (issn: 2477-3751, eissn: 0126-4451)
  • Related identifiers: doi: 10.22146/jik.10184
  • Subject: SD1-669.5 | Zaglossus bruijnii | hunting system | western long-beaked echidna | Kampung Saukorem | Kampung Waibem | Forestry | hunting system; Zaglossus bruijnii; western long-beaked echidna; Kampung Saukorem; Kampung Waibem

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem perburuan landak moncong panjang (Zaglossus bruijnii) oleh masyarakat kampung Waibem dan Saukorem, Kabupaten Tambrauw. Penelitian ini dilakukan di Kampung Waibem dan Saukorem selama 1 bulan, yaitu sejak bulan Juli-Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi struktural yang mengacu pada daftar kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya masyarakat Kampung Waibem dan Saukorem melakukan perburuan dengan 3 (tiga) tujuan, yaitu untuk dikonsumsi, dijual, dan sebagai hiburan. Masyarakat Kampung Waibem dan Saukorem berburu landak moncong panjang dengan menggunakan jerat, parang, bantuan anjing, dan berburu secara visual (bantuan mata). Waktu berburu landak moncong panjang adalah sehabis hujan, bulan sabit, dan pada malam hari. Pengembangan ekowisata berbasis satwa landak moncong panjang menjadi salah satu strategi untuk menambah pendapatan masyarakat pada kedua kampung serta secara perlahan-lahan mengurangi tingkat perburuan masyarakat. Kata kunci: sistem perburuan, Zaglossus bruijnii, landak moncong panjang, Saukorem Village, Waibem Village   Hunting system of long-beaked echidna (Zaglossus bruijnii) by Waibem and Saukorem local communities, Tambrauw Regency, West Papua Abstract The objective of this research was to investigate hunting system of western long-beaked echidna (Zaglossus bruijnii) by Waibem and Saukorem Local Communities, Tambrauw Regency in Papua Province of Indonesia during July to August 2014. The observation technique and semi-structural interview were carried out by asking local people through questionnaire and analyzed by descriptive method. The result shows that local people in Waibem and Saukorem villagers generally do hunting for consumption, commercial/sale and hobby. The hunting method used by these communities were lasso, chopping knife, dog, and visual hunting. Hunting time of western long-beaked echidnais normally done after rain, crescent moon, and during night. Eco-tourism development is expected to increase the income of local people as well as reducing hunting pressure of this species.
Share - Bookmark