Actions
  • shareshare
  • link
  • cite
  • add
add
Publication . Article . 2017

Praktek Musaqah dalam Masyarakat Aceh Utara (Suatu Analisis Perspektif Hadits)

Alimuddin, Alimuddin;
Open Access
English
Published: 14 Jun 2017 Journal: Jurnal Al Mabhats (issn: 2615-5591, eissn: 2548-3838, Copyright policy )
Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Lhokseumawe
Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap praktek masyarakat Aceh tentang system musaqah, yaitu dengan cara mempekerjakan seseorang yang dapat dipercaya untuk menjaga, merawat, menyiram dan lain sebagainya terhadap kebun dan ternak yang dimilikinya dengan perjanjian bagi hasil sesuai dengan persentase yang ditetapkan oleh kedua belah pihak. mengenai besaran persentase bagi hasil sesuai. Penelitian ini memfocuskan kajiannya hanya dalam praktek musaqah di perkebunan. Dalam tulisan ringkas ini penulis ingin menganalisa, Bagaimana seharusnya musaqah dalam petunjuk nash, Bagaimana praktek musaqah masa nabi dan sahabat, apakah praktek masyarakat tersebut sesuai dengan petunjuk hadits?, baik dari segi syarat maupun rukun musaqah itu sendiri?. Pola pencarian dalil yang penulis menggunakan metode Maudhu’I, dengan mengumpulakan hadits-hadits tentang musaqah, dan menggunakan analisis Ta’lili, untuk menjelaskan tentang praktek Nabi saw dalam musaqah, maka salah satu pendekatan yang tidak boleh ditinggalkan adalah dari perspektif historisnya, setelah mendapatkan format yang jelas, selanjutnya dirumuskan dalam kesimpulan. Simpulan penelitian sebagai berikut: (1). Dasar Hukum Musaqah, terkonsentrasi pada praktek Nabi saw, dalam pertanian di tanah khaibar dengan seorang yahudi. (2), Dibenarkan memadukan Musaqah dengan muzara’ah. (3), Dalam masyarakat Aceh, Musaqah sering dikenal dengan Mawah, prakteknya meliputi; kebun, sawah dan ternak, (4), Praktek Musaqah dalam masyarakat Aceh terutama Aceh Utara telah sesuai dengan konsep Hadits dan Pengembangan ekonomi Islam.
moresidebar