Actions
  • shareshare
  • link
  • cite
  • add
add
Other research product . 2013

Representasi Budaya Popular dalam Video Parodi Jokowi-Ahok di Youtube Selama Pemilukada DKI Jakarta 2012

Wulansari, Amalia Ayu; Lukmantoro, Triyono; Hasfi, Nurul;
Open Access   Indonesian  
Published: 30 Aug 2013
Country: Indonesia
Abstract
Penelitian ini ingin melihat bagaimana representasi budaya popular dalamvideo Jokowi-Ahok di Youtube selama Pemilukada DKI Jakarta 2012,menggunakan konsep definisi budaya popular dari Storey, yaitu budaya popularsebagai suatu bentuk perlawanan kaum minoritas atau tertindas kepada kaummayoritas atau penguasa. Codes of television dari Fiske digunakan sebagaimetode untuk mengurai tiga video yang menjadi sumber data penelitian, denganmengamati dan membaca tiga video Jokowi-Ahok tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya popular direpresentasikandalam tiga video Jokowi-Ahok melalui penggunaan lagu, musik dan video yangmemarodikan K-pop dan boyband Inggris One Direction, yang menjadi suatudaya tarik bagi masyarakat. Video-video tersebut seperti menggunakan ketenaranyang telah dimiliki oleh lagu, musik, dan video yang diparodikan dalam videoJokowi-Ahok dan mengubah budaya popular menjadi suatu media dan alat bagimasyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat terkait politik.Keywords: Representasi, Budaya popular, Youtube, Codes of televisionixLatar BelakangSejak Orde Baru, peran musik dan lagu pada pemilihan umum hanya sebatassebagai “penggembira”, tidak kurang tidak lebih. Musik atau lagu digunakansebagai penarik massa pada kampanye-kampanye yang dilakukan tiga partai saatitu. Dengan mengundang penyanyi pop dan penyanyi dangdut ternama, baikkaliber nasional atau lokal, sudah menjadi jaminan akan mendatangkan banyakmassa.Pada akhir tahun 2012, digelar pemilukada yang dapat dikatakanmengundang perhatian hampir seluruh masyarakat Indonesia yaitu PemilukadaDKI Jakarta untuk Gubernur dan Wakil Gubernur yang berakhir pada bulanOktober 2012 dengan terpilihnya Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakartadidampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakartaperiode 2012-2017. Selama masa kampanye Pemilukada DKI Jakarta, banyak halhalbaru dalam pelaksanaannya, seperti penggunaan media internet Youtubedengan video-videonya dan isu-isu yang menyebar terkait para kandidat, termasukGubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo yang mencalonkan diri kembali untukperiode kedua sebagai Gubernur DKI Jakarta melawan Jokowi-Ahok.Rumusan MasalahPemilukada DKI Jakarta 2012 adalah salah satu bukti perkembangan budayapopular sebagai alat baru dalam politik Indonesia, dengan penggunaan musik,xlagu, dan video yang sedang trend saat ini, serta penggunakan media internet,salah satunya adalah website video terbesar Youtube.Berdasarkan perkembangan budaya popular di Indonesia, munculpertanyaan mengenai bagaimana representasi budaya popular digunakan sebagaisalah satu media dan alat dalam berpolitik, melalui video parodi Jokowi-Ahok diYoutube selama masa kampanye Pemilukada DKI Jakarta 2012?TujuanUntuk mendeskripsikan representasi budaya popular digunakan sebagai salah satumedia dan alat dalam berpolitik, melalui video parodi Jokowi-Ahok di Youtubeselama masa kampanye Pemilukada DKI Jakarta 2012.Kerangka PemikiranPenelitian ini menggunakan definisi representasi dengan pendekatan kontruktivis,yaitu representasi adalah suatu kerja menggunakan obyek dan efek, makna tidaktergantung kualitas material dari tanda, melainkan dari fungsi simbol tandatersebut. Konsep definisi budaya popular dari Storey juga digunakan untukmenjelaskan budaya popular, yaitu budaya popular merupakan bentuk perlawananantara grup minoritas atau subordinate dan kekuatan dari grup dominan.xiMetodologiPenelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakananalisis semiotik. Tiga video Jokowi-Ahok diuraikan menggunakan metode codesof television Fiske, dengan analisis sintagmatik, yaitu level realitas dan levelrepresentasi, serta analisis paradigmatik dengan level ideologi.Hasil PenelitianPada level realitas dan level representasi, terlihat tiga video Jokowi-Ahokmenggambarkan warga Jakarta dengan pengaruh budaya popular, seperti terlihatpada kostum yang bergaya K-pop, video yang memarodikan video klip KoreaSelatan Gangnam Style dan penggunaan lagu K-pop Bigbang dan boyband InggrisOne Diretion.Level ideologi menunjukkan bagaimana budaya popular digunakansebagai media dan alat dalam menyampaikan aspisari, pendapat, atau kritik yangberkaitan dengan politik.Kesimpulan1. Bentuk budaya popular direpresentasikan dalam dua video, yaitu video 1:Jokowi Basuki (Gangnam Style n Big Bang) Parody, di mana dalam videotersebut, digunakan lagu K-pop Bigbang ‘Fantastic Baby' dengan videoxiiyang memarodikan video klip rapper Korea, PSY, ‘Gangnam Style'. Videokedua yang merepresentasikan budaya popular adalah video 3: JOKOWIDAN BASUKI – what makes you beautiful by one direction [PARODY].Video ini menggunakan lagu dari boyband Inggris yang sedang naik daun,One Direction ‘what makes you beautiful'.2. Dalam video 2: Jokowi dan Foke – TAKOTAK MISKUMIS byCAMEOProject feat. Yosi Project Pop, Yosi mengunakan lagu dan video,serta Youtube sebagai media untuk menyoroti masalah isu SARA yangmuncul pada Pemilukada DKI Jakarta. Budaya popular digunakan Yosisebagai media untuk menyampaikan aspirasi, pendapat, dan protes tentangisu SARA yang mewarnai pemilukada tersebut.Saran1. Implikasi TeoritisPenelitian ini berusaha untuk memberi gagasan pemikiran dan kontribusidalam ragam penelitian mengenai representasi budaya popular sesuaidengan salah satu konsep definisi Storey, yaitu budaya popular digunakansebagai suatu bentuk perlawanan kaum tertindas atau lemah, dalam hal iniadalah masyarakat umum, terhadap kaum penguasa yaitu pemerintah danpolitikus.xiii2. Implikasi PraktisDiharapkan penelitian ini dapat membuka pemahaman bagi masyarakat,lembaga pemerintah, partai politik, dan politikus agar dapat menggunakanbudaya popular dan media internet secara lebih baik sebagai salah satusarana dalam mengemukakan aspirasi, pendapat, dan pemikiran terkait isuisupolitik.3. Implikasi SosialWarga masyarakat agar lebih aktif dalam dunia politik melaluipenyampaian pendapat dan aspirasi, yang sekarang dapat dilakukandengan mudah melalui media internet. Dengan lebih banyak masyarakatyang melakukan penilaian dan pengawasan terhadap jalannyapemerintahan, pemerintah, partai politik, dan politikus juga akanmendengar, mengerti, dan memahami keinginan dan aspirasi wargamasyarakat.xivDAFTAR PUSTAKABerger, Arthur. A. (2010). The Objects of Affection Semiotics and Consumer Culture. NewYork: Palgrave MacmillanCartoni, Lorenzo and Tardini, Stefano. (2006). Internet. New York: RoutledgeCogan, Bryan and Kelso, Tony. (2009). Encyclopedia of Politics, The Media and PopularCulture. Santa Barbara, California: Greenwood PressFiske, John. (2006). Understanding Popular Culture. In a Harold E. Hinds, Jr (Ed.), PopularCulture Theory and Methodology. A Basic Introduction ( pg. 118). Wisconsin:The University of Wisconsin PressFiske, John. (1987). Television Culture. New York: RoutledgeFiske, John and Hartley, John. (2003). The Signs of Television. In Fiske, John & Hartley,John (eds). Reading Television (pp. 23-40). London & New York: RoutledgeFlores, Juan. (2000). Pueblo Pueblo: Popular Culture in Time. In Raiford Guins & OmayraZ. Cruz (eds). Popular Culture: A Reader (pg. 72-81). London: Sage PublicationsGreen, Lelia. (2010). The Internet. An Introduction to New Media. Oxford, New York:BergHall, Stuart. (1997). Representations: Cultural Representations and Signifiying Practises.London: Sage PublicationsxvHediger, Vinzenz. (2009). YouTube and the Aesthetics of Political Accountability. InSnickars, Pelle and Vonderau, Patrick (eds). The Youtube Reader (pg.252-263).Stockholm, Swedia: MediehistorisktHermes, Joke. (2005). Re-reading Popular Culture. Blackwell Publishing LtdJensen, Klaus Bruhn. (2011). New Media, Old Methods – Internet Methodologies and theOnline/Offline Divide. In Consalvo, Mia and Ess, Charles (eds). The Handbook ofInternet Studies (pg. 43-56). UK: Wiley-Blackwell PublishingJunaedi, Fajar. (2009). Menelanjangi Film Indonesia. Yogyakarta: Lingkar MediaKorean Culture and Information Service. (2011). The Korean Wave: A New Pop CulturePhenomenon. Republik Korea Selatan: Korean Culture and Information Service,Ministry of Culture, Sports and TourismMacdonald, Dwight. (1957). A Theory of mass Culture. In Raiford Guins & Omayra Z. Cruz(eds). Popular Culture: A Reader (pg. 39-46). London: Sage PublicationsPease, Allan. (1981). Body Language. London: Sheldon PressShidu, Gretchen Luchsinger dan Meena, Ryth. (2007). Electoral Financing to AdvanceWomen's Political Participation: A Guide for UNDP Support. New York: UnitedNation Development ProgrammeSnickars, Pelle and Vonderau, Patrick. (2009). Introduction. In Snickars, Pelle andVonderau, Patrick (eds). The Youtube Reader (pg. 9-19). Stockholm, Swedia:MediehistorisktStorey, John. (2003). Inventing Popular Culture. From Folklore to Globalization. USA, UK,Australia, German: Blackwell Publishing LtdxviStorey, John. (2009). Cultural Theory and Popular Culture: An Introduction. UK: LongmanPublishing GroupStromer-Galley, Jennifer and Wichowski, Alexis. Political Discussion Online. In Consalvo,Mia & Ess, Charles (eds). The Handbook of Internet Studies (pg. 168-181). UK:Wiley-Blackwell PublishingSuhandinata , Justian . (2010). WNI Tionghoa dalam Stabilitas Ekonomi dan Politik diIndonesia. Jakarta : Gramedia Pustaka UtamaVivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa, Edisi Kedelapan. Jakarta: KencanaWeaver, John A. (2005). Popular Culture Primer. New York: Peter Lang Publishing LtdWebb, Jen. (2009). Understanding Representations. London and California: SagePublicationsWillcox, David. R. (2005). Propaganda, The Press, and Conflict. The Gulf war and Cosovo.New York: RoutlegdeWilliams, Raymond. (1976). 'Culture and Masses'. In Raiford Guins & Omayra Z. Cruz(eds). Popular Culture: A Reader (pp. 25-32). London: Sage PublicationsJURNALCathey, Paul Eben. (2009). Understanding Propaganda: Noam Chomsky and TheInstitutional of Analysis of PowerxviiHepple, Bob. (2010). The New Single Equality Act in Britain. The Equal Rights Review, vol.Five:11-24Kim, Eun Mee dan Ryoo, Ji won. (2007). South Korean Culture Goes Global:K-Pop and the Korean Wave. Korean Social Science Journal, XXXIV No.1:117-152Nilges, Thorsten. (2005). Gender Inequality in Politics. Human Rights: A GenderPerspective. Mozaik 2005/1:5-7Situmorang, James R. (2012). Pemanfaatan Internet Sebagai New Media Dalam BidangPolitik, Bisnis, Pendidikan Dan Sosial Budaya. Jurnal Administrasi Bisnis, Vol.8,No.1: hal. 73–87, (ISSN:0216–1249) Center for Business Studies. FISIP – UnparSUMBER INTERNETAnarchy. oxforddictionaries.com. Diakses Juni 27, 2013, darihttp://oxforddictionaries.com/definition/english/anarchyArthur, Hendra Nick. Pilkada Sulsel- Ribuan pendukung IA joged dangdut di KPU.(2012, September 14). Bisnis-KTI.COM. Diakses Desember 14, 2012, darihttp://www.bisnis-kti.com/index.php/2012/09/pilkada-Sulsel-ribuan-pendukungia-joget-dangdut-di-kpu/Asril, Sabrina. Beredar, Video Foke Sindir Jokowi di Pengungsian. (2012, Agustus 9).KOMPAS.COM. Diakses Desember 12, 2012, darihttp://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/09/07190193/Beredar.Video.Foke.Sindir.Jokowi.di.PengungsianCain, Helena. Definition of Casual Clothing. eHow.com. Diakses Juni 21, 2013, darihttp://www.ehow.com/about_6790682_definition-casual-clothing.htmlxviiiCamera shots angles and movements, lighting, cinematography and mise en sceen.Diakses Juni 15, 2013, dari http://www.skwirk.com.au/p-c_s-54_u-251_t-647_c-2411/camera-shots-angles-and-movement-lighting-cinematography-andmise-en-scene/nsw/camera-shots-angles-and-movement-lightingcinematography-and-mise-en-scene/skills-by-text-type-film/film-overviewDasar Hukum Penyelenggaraan PILKADA. (n.d). www.depdagri.go.id. DiaksesDesember 4, 2012, dari http://www.depdagri.go.id/pilkadaEtab. Plaid. (2005, Oktober 12). Urbandictionary.com. Diakses Juli 3, 2013, darihttp://www.urbandictionary.com/define.php?term=plaidFisher, Max. Gangnam Style, Dissected: The Subversive Message Within South Korea'sMusic Video Sensation. (2012, Agustus 23). theatlantic.com. Diakses pada Juli8, 2013, darihttp://www.theatlantic.com/International/archive/2012/08/gangnamstyle-dissected-the-subversive-message-within-south-koreas-music-videosensation/261462/Jokowi-Foke bertarung lewat video di Youtube. (2012, Agustus 27).METROTVNEWS.COM. Diakses Desember 12, 2012, darihttp://www.metrotvnews.com/read/news/2012/08/27/103613/Jokowi-Foke-Bertarung-Lewat-Video-Klip-diKurniawan, Wahyu. Pilkada DKI: Dinilai ceramah SARA, Rhoma Irama terancampidana. (2012, Agustus 1). SOLOPOS.COM. Diakses Desember 10, 2012, darihttp://www.solopos.com/2012/08/01/pilkada-DKI-dinilai-ceramah-sara-rhomairama-terancam-pidana-206442Kurniawan, Ranu Ario. Masih Sedikit, Politisi yang Gunakan Social Media. (2013, Mei 11).Timlo.net. Diakses Mei 23, 2013, darihttp://www.timlo.net/baca/70812/masih-sedikit-politisi-yang-gunakan-sosialmedia/Lizza, Ryan. The Youtube Election. (2006, Agaustus 20). NewYorkTimes.com. DiaksesNovember, 27 2012. darihttp://www.nytimes.com/2006/08/20/weekinreview/20lizza.html?pagewanted=all&_r=0xixMashable. Orang suka komentar pedas politik di social media. (2012, November 6).Diakses Mei 18, 2013, darihttp://ictwatch.com/internetsehat/2012/11/06/orang-suka-komentar-pedaspolitik-di-social-media/Masykur, Ahwalian. Beredar video parodi musik Jokowi sindir Foke. (2012, Agustus 29).KETITIK.net. Diakses Desember 12, 2012, darihttp://www.ketitik.net/2012/08/29/4611/beredar-video-parodi-musik-jokowisindir-foke/Mecca, Zaskia. Video Koboy China Pimpin Jakarta. (2012, Agustus 24). Diakses Maret 23,2013, dari http://milanistaindonesia.blogspot.com/2012/08/video-koboychina-pimpin-Jakarta-video.htmlMiharjo, Anton. Pertempuran Pilkada Bali di Youtube. (2013, Mei 14). Kompasiana.com.Diakses Mei 23, 2013, darihttp://politik.kompasiana.com/2013/05/14/pertempuran-pilkada-Bali-diyoutube-555884.htmlNahyudi. Dunia maya ramai dengan kampanye Foke dan Jokowi. (2012, Agustus 29).LIPUTAN6.COM. Diakses Desember 12, 2012, darihttp://news.liputan6.com/read/433129/dunia-maya-ramai-dengan-kampanyefoke-dan-jokowiNouval, Alvin. Jejaring Sosial, Media Baru Unutk Berpolitik. (2013, April 26). Merdeka.Com. Diakses Mei 18, 2013, dari http://www.merdeka.com/teknologi/jejaringsosial-media-baru-untuk-berpolitik.htmlParody. oxforddictionaries.com. Diakses Juni 27, 2013, darihttp://oxforddictionaries.com/definition/english/parodyRosyid, Ikhsan. Goyang Ngebor, Goyang Gergaji dan Dangdut Koplo Pantura Jatim VsJanji Politik dalam Kampanye Parpol. (2011, Oktober 25). Diakses April 10,2013, dari http://ikhsan_history-fib.web.unair.ac.id/artikel_detail-36006-Mind%20and%20Think%20-Goyang%20Ngebor,%20Goyang%20Gergaji,%20dan%20Dangdut%20Koplo%20Pantura%20Jatim%20vs%20Janji%20Politik%20dalam%20Kampanye%20Parpol.htmlRustandi, Dudi. Kekuatan media jejaring sosial. (2013, April 28). Kompasiana. com.Diakses Mei 18, 2013, darihttp://media.kompasiana.com/buku/2013/04/28/kekuatan-media-jejaringsosial-550924.htmlxxRp. 15 Trilyun dan Pandangan Negarawan Inul. (2004, Maret 4). Diakses April 10, 2013,dari http://pemilu2004.goblogmedia.com/rp-15-trilyun-dan-pandangannegarawan-inul.htmlSAYKOJI Buat Lagu Bertema Kampanye Damai Pemilu 2009. (2009, Februari 23).ekampanyedamaipemiluindonesia2009.blogspot.com. Diakses Mei 12, 2013,darihttp://ekampanyedamaipemiluindonesia2009.blogspot.com/2009/02/saykojibuat-lagu-bertema-kampanye.htmlSchwab, Nikki. In Obama-McCain Race, Youtube Becaome a Serious Battleground forPresidential Politics. (2008, November 7). U.S NEWS.com. Diakses November27, 2013, dari http://www.usnews.com/news/campaign-2008/articles/2008/11/07/in-obama-mccain-race-youtube-became-a-seriousbattleground-for-presidential-politicsSteinhauser, Paul. The Youtube-ification of Politics: Candidates losing control. (2007, July18). CNN.com. Diakses November, 27 2012. dari http://articles.cnn.com/2007-07-18/politics/youtube.effect_1_youtube-video-video-sharing-web-sitemoments?_s=PM:POLITICSSwastika, I Putu Agus. Internet, Social Media dan Pilkada. (2013, April 9). Primakara.com.Diakses Mei 23, 2013, dari http://www.primakara.com/?content=detailberita&kode=19Tren Fashion ala Gangnam Style. (2012, September 27). Vemale.com. Diakses Juni 15,2013, dari http://www.vemale.com/fashion/tips-and-tricks/15562-tren-fashionala-gangnam-style.htmlVirdhani, Marieska Harya. Makna baju kotak-kotak bagi pasangan Jokowi-Ahok. (2012,Maret 29). Okezone.com. Diakses Juli 3, 2013, darihttp://Jakarta.okezone.com/read/2012/03/29/505/602087/makna-baju-kotakkotak-bagi-pasangan-jokowi-ahokxxiVena, Jocelyn. (2012, Maret 14). The Wanted Vs. One Direction: A Boy Band CheatSheet. MTV News breaks down the differences between the two groupsresponsible for 2012's British Invasion. MTV.com. Diakses pada Juli 10, 2012,dari http://www.mtv.com/news/articles/1681029/the-wanted-onedirection-boy-bands.jhtmlWijaya, M Akbar. Jejaring sosial mudahkan politikus serap aspirasi rakyat. (2013, April15). Republika.co.id. Diakses Mei 18, 2013, darihttp://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/04/15/mlave8-jejaringsosial-mudahkan-politikus-serap-aspirasi-rakyat
Representation of Popular Culture in Jokowi-Ahok's Video Parodyson Youtube During Pemilukada DKI Jakarta 2012AbstractPemilukada DKI Jakarta 2012 was marked by the rise of videos that related toGovernor and Vice Governor candidates of DKI Jakarta 2012 on internet mediaYoutube, such as videos which is purposely made for campaign, or videos withSARA (etnic, religion, race and inter-group) issue, that attack one of the pair'scabdidates. The interesting point is videos made by partisipants and volunteerswho support one of the pair's candidates.This research wanted to see how popular culture's representation inJokowi-Ahok's videos on Youtube during Pemilukada DKI Jakarta 2012, usingdefinition consept of popular culture by Storey, namely popular culture as a formof resistance from the oppressed or the minorities to the ruler or the majority.Codes of televition by Fiske was used as a method to analyze three videos as thesource of research data, by waching and reading those videos.The result showed that popular culture being represented in the threevideos of Jokowi-Ahok through songs, music, and videos that parodied K-pop andBritish boyband One Direction, which is became an attraction for the public.Those videos more likely used the fame that has been owned by the songs, music,and videos that being parodied in Jokowi-Ahok's vidoes and turn popular cultureinto a medium and tool for community to express their opinion and politicalaspirations.Keywords: Representation, popular culture, Youtube, Codes of televisionviiiRepresentasi Budaya Popular Dalam Video Parodi Jokowi-Ahokdi Youtube Selama Pemilukada DKI Jakarta 2012AbstraksiPemilukada DKI Jakarta 2012 diwarnai dengan munculnya video-video terkaitcalon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta di media internetYoutube, seperti video yang memang dibuat untuk kepentingan kampanye, atauvideo yang berbau isu-isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) yangmenyerang salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Yangmenarik perhatian adalah video yang dibuat oleh partisipan dan relawan yangmendukung salah satu pasangan calon.
Subjects

Indonesia

Related Organizations
Download from
lock_open
Neliti
2013
Providers: Neliti