search
2 Research products for penerbit brin

  • Open Access

Relevance
arrow_drop_down
  • image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
    Authors: Andi Misbahul Pratiwi; Anggini Dinaseviani; Ardanareswari Ayu Pitaloka; Indri Juwita Asmara; +6 Authors

    Maraknya ketidakadilan yang dialami kaum perempuan berdasarkan kacamata keilmuan gender dan feminisme, khususnya mereka yang berkecimpung dalam bidang iptek, bukanlah sesuatu yang baru. Menjadi menarik manakala di hadapan kita tersaji wacana empiris mengenai pola dan struktur sosial masyarakat yang berkontribusi mengonstruksi suatu pandangan sehingga mengondisikan terciptanya tatanan masyarakat yang tidak seimbang antara kaum laki-laki dan perempuan, khususnya dalam ranah iptek. Buku yang berada di tangan Anda ini diramu secara khusus dari hasil penelitian para peneliti LIPI dengan pihak dari instansi terkait lainnya dalam menyingkap fenomena ketimpangan gender sebagai pelaku iptek. Pengalaman beberapa perempuan sebagai sivitas perguruan tinggi, aparatur sipil negara, anggota legislatif, hingga pelaku usaha kecil yang memanfaatkan peran teknologi, dengan pola dan keunikannya masing-masing, diceritakan secara runut dalam buku (bunga rampai) ini. Dengan demikian, terbitan LIPI Press kali ini cocok bagi Anda yang tertarik atau tengah mendalami isu-isu kesenjangan gender yang terjadi di sekeliling kita, khususnya dalam bidang iptek, beserta faktor yang melatarbelakanginya. Semoga hadirnya buku ini dapat berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dalam mengungkap fakta kesenjangan yang terjadi antara kaum perempuan dan laki-laki, khususnya mereka yang berjibaku dalam dunia iptek.

    image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ https://doi.org/10.1...arrow_drop_down
    image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
    https://doi.org/10.14203/press...
    Book . 2020
    License: cc-by-nc-sa
    addClaim

    This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

    You have already added works in your ORCID record related to the merged Research product.
    0
    citations0
    popularityAverage
    influenceAverage
    impulseAverage
    BIP!Powered by BIP!
    more_vert
      image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ https://doi.org/10.1...arrow_drop_down
      image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
      https://doi.org/10.14203/press...
      Book . 2020
      License: cc-by-nc-sa
      addClaim

      This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

      You have already added works in your ORCID record related to the merged Research product.
  • image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
    Authors: Danny H. Natawidjaja;

    Wilayah Indonesia yang terletak di antara lempeng tektonik aktif mempunyai aktivitas gempa yang sangat tinggi. Arsitektur seismo-tektonik Indonesia sangat beragam dengan berbagai fenomena gempa sehingga cocok untuk dijadikan laboratoriun alam riset gempa dan tsunami. Namun kondisi ini sekaligus menjadi tantangan besar untuk pembangunan yang aman dari bencana alam. Kontras dengan kebutuhan ini, bidang riset (sesar) gempa dan peranan sentralnya untuk mitigasi bencana belum begitu dipahami di Indonesia, bahkan dikalangan para ahli geologi dan geofisika sekalipun karena hampir seluruh komunitas geosains menekuni sisi ekplorasi dan eksploitasi sumber daya alam. Setelah bencana Aceh tahun 2004, riset gempa dan tsunami mulai mendapat perhatian luas. Baru pada tahun 2007 pemerintah mengeluarkan UU kebencanaan yang menjadi tonggak pertama dalam mewajibkan mitigasi bencana alam. Permasalahan utama yang harus dikerjakan adalah melakukan riset yang sistematis dan komprehensif dalam skala nasional untuk memahami dan mengkaji lebih lanjut berbagai sumber dan potensi bencananya. Karena tanpa pengetahuan dasar yang baik maka usaha mitigasi akan kehilangan arah, tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Riset sesar aktif sumber gempa mulai dikembangkan sejak awal tahun 90-an, di wilayah Sumatra, kemudian diteruskan ke Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, dan Maluku. Hasil riset memperlihatkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia terancam bencana gempa (dan tsunami). Hasil riset juga dapat merinci bahwa sistem sesar aktif sumber gempa di Indonesia berbeda-beda karakteristik dan jenis potensi bahayanya dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Oleh karena itu, karakter dan potensi sumber gempa dan tsunami yang spesifik untuk setiap wilayah membutuhkan penanganan mitigasi bencana yang juga harus dengan desain spesifik disesuaikan dengan kondisi sumber bencana-nya. Desain tersebut termasuk dalam hal materi pendidikan kebencanaan untuk masyarakat, desain program untuk menyiapkan masyarakat tangguh, dan juga desain sistem monitoring untuk peringatan dini-nya, tidak bisa asal-asalan. Inilah konsep mitigasi berbasis sains dan riset. Data sumber gempa hasil riset sesar aktif sudah dipakai sebagai input untuk membuat peta-peta seismic hazard Indonesia yang dipublikasikan Kementerian PUPR tahun 2010 dan 2017. Peta ini kemudian dipakai untuk membuat SNI Peraturan Konstruksi Tahan Gempa yaitu SNI 1726-2012 dan terakhir SNI 1726-2019. Namun hal ini belum mencakup mitigasi bahaya karena pergerakan di jalur sesar dan bahaya ikutannya. Kearifan lokal yang sering didengung-dengungkan dalam membangun masyarakat tangguh bencana (gempa) pada kenyataannya sudah banyak hilang dari Bumi Nusantara. Padahal sejatinya interaksi antara proses dan kejadian bencana alam dengan manusia Indonesia sudah berlangsung selama ribuan bahkan mungkin puluhan ribu tahun. Untuk menggali kearifan lokal yang hilang diperlukan bantuan riset paleoseismologi, dan arkeo-seismik untuk menemukan kembali fakta kejadian gempa besar di masa lampau yang terekam di alam.

    image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ https://doi.org/10.1...arrow_drop_down
    image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
    https://doi.org/10.14203/press...
    Book . 2021
    License: cc-by-nc-sa
    addClaim

    This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

    You have already added works in your ORCID record related to the merged Research product.
    0
    citations0
    popularityAverage
    influenceAverage
    impulseAverage
    BIP!Powered by BIP!
    more_vert
      image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ https://doi.org/10.1...arrow_drop_down
      image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
      https://doi.org/10.14203/press...
      Book . 2021
      License: cc-by-nc-sa
      addClaim

      This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

      You have already added works in your ORCID record related to the merged Research product.
Powered by OpenAIRE graph
2 Research products for penerbit brin
  • image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
    Authors: Andi Misbahul Pratiwi; Anggini Dinaseviani; Ardanareswari Ayu Pitaloka; Indri Juwita Asmara; +6 Authors

    Maraknya ketidakadilan yang dialami kaum perempuan berdasarkan kacamata keilmuan gender dan feminisme, khususnya mereka yang berkecimpung dalam bidang iptek, bukanlah sesuatu yang baru. Menjadi menarik manakala di hadapan kita tersaji wacana empiris mengenai pola dan struktur sosial masyarakat yang berkontribusi mengonstruksi suatu pandangan sehingga mengondisikan terciptanya tatanan masyarakat yang tidak seimbang antara kaum laki-laki dan perempuan, khususnya dalam ranah iptek. Buku yang berada di tangan Anda ini diramu secara khusus dari hasil penelitian para peneliti LIPI dengan pihak dari instansi terkait lainnya dalam menyingkap fenomena ketimpangan gender sebagai pelaku iptek. Pengalaman beberapa perempuan sebagai sivitas perguruan tinggi, aparatur sipil negara, anggota legislatif, hingga pelaku usaha kecil yang memanfaatkan peran teknologi, dengan pola dan keunikannya masing-masing, diceritakan secara runut dalam buku (bunga rampai) ini. Dengan demikian, terbitan LIPI Press kali ini cocok bagi Anda yang tertarik atau tengah mendalami isu-isu kesenjangan gender yang terjadi di sekeliling kita, khususnya dalam bidang iptek, beserta faktor yang melatarbelakanginya. Semoga hadirnya buku ini dapat berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dalam mengungkap fakta kesenjangan yang terjadi antara kaum perempuan dan laki-laki, khususnya mereka yang berjibaku dalam dunia iptek.

    image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ https://doi.org/10.1...arrow_drop_down
    image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
    https://doi.org/10.14203/press...
    Book . 2020
    License: cc-by-nc-sa
    addClaim

    This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

    You have already added works in your ORCID record related to the merged Research product.
    0
    citations0
    popularityAverage
    influenceAverage
    impulseAverage
    BIP!Powered by BIP!
    more_vert
      image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ https://doi.org/10.1...arrow_drop_down
      image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
      https://doi.org/10.14203/press...
      Book . 2020
      License: cc-by-nc-sa
      addClaim

      This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

      You have already added works in your ORCID record related to the merged Research product.
  • image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
    Authors: Danny H. Natawidjaja;

    Wilayah Indonesia yang terletak di antara lempeng tektonik aktif mempunyai aktivitas gempa yang sangat tinggi. Arsitektur seismo-tektonik Indonesia sangat beragam dengan berbagai fenomena gempa sehingga cocok untuk dijadikan laboratoriun alam riset gempa dan tsunami. Namun kondisi ini sekaligus menjadi tantangan besar untuk pembangunan yang aman dari bencana alam. Kontras dengan kebutuhan ini, bidang riset (sesar) gempa dan peranan sentralnya untuk mitigasi bencana belum begitu dipahami di Indonesia, bahkan dikalangan para ahli geologi dan geofisika sekalipun karena hampir seluruh komunitas geosains menekuni sisi ekplorasi dan eksploitasi sumber daya alam. Setelah bencana Aceh tahun 2004, riset gempa dan tsunami mulai mendapat perhatian luas. Baru pada tahun 2007 pemerintah mengeluarkan UU kebencanaan yang menjadi tonggak pertama dalam mewajibkan mitigasi bencana alam. Permasalahan utama yang harus dikerjakan adalah melakukan riset yang sistematis dan komprehensif dalam skala nasional untuk memahami dan mengkaji lebih lanjut berbagai sumber dan potensi bencananya. Karena tanpa pengetahuan dasar yang baik maka usaha mitigasi akan kehilangan arah, tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Riset sesar aktif sumber gempa mulai dikembangkan sejak awal tahun 90-an, di wilayah Sumatra, kemudian diteruskan ke Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, dan Maluku. Hasil riset memperlihatkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia terancam bencana gempa (dan tsunami). Hasil riset juga dapat merinci bahwa sistem sesar aktif sumber gempa di Indonesia berbeda-beda karakteristik dan jenis potensi bahayanya dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Oleh karena itu, karakter dan potensi sumber gempa dan tsunami yang spesifik untuk setiap wilayah membutuhkan penanganan mitigasi bencana yang juga harus dengan desain spesifik disesuaikan dengan kondisi sumber bencana-nya. Desain tersebut termasuk dalam hal materi pendidikan kebencanaan untuk masyarakat, desain program untuk menyiapkan masyarakat tangguh, dan juga desain sistem monitoring untuk peringatan dini-nya, tidak bisa asal-asalan. Inilah konsep mitigasi berbasis sains dan riset. Data sumber gempa hasil riset sesar aktif sudah dipakai sebagai input untuk membuat peta-peta seismic hazard Indonesia yang dipublikasikan Kementerian PUPR tahun 2010 dan 2017. Peta ini kemudian dipakai untuk membuat SNI Peraturan Konstruksi Tahan Gempa yaitu SNI 1726-2012 dan terakhir SNI 1726-2019. Namun hal ini belum mencakup mitigasi bahaya karena pergerakan di jalur sesar dan bahaya ikutannya. Kearifan lokal yang sering didengung-dengungkan dalam membangun masyarakat tangguh bencana (gempa) pada kenyataannya sudah banyak hilang dari Bumi Nusantara. Padahal sejatinya interaksi antara proses dan kejadian bencana alam dengan manusia Indonesia sudah berlangsung selama ribuan bahkan mungkin puluhan ribu tahun. Untuk menggali kearifan lokal yang hilang diperlukan bantuan riset paleoseismologi, dan arkeo-seismik untuk menemukan kembali fakta kejadian gempa besar di masa lampau yang terekam di alam.

    image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ https://doi.org/10.1...arrow_drop_down
    image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
    https://doi.org/10.14203/press...
    Book . 2021
    License: cc-by-nc-sa
    addClaim

    This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

    You have already added works in your ORCID record related to the merged Research product.
    0
    citations0
    popularityAverage
    influenceAverage
    impulseAverage
    BIP!Powered by BIP!
    more_vert
      image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/ https://doi.org/10.1...arrow_drop_down
      image/svg+xml art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos Open Access logo, converted into svg, designed by PLoS. This version with transparent background. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Open_Access_logo_PLoS_white.svg art designer at PLoS, modified by Wikipedia users Nina, Beao, JakobVoss, and AnonMoos http://www.plos.org/
      https://doi.org/10.14203/press...
      Book . 2021
      License: cc-by-nc-sa
      addClaim

      This Research product is the result of merged Research products in OpenAIRE.

      You have already added works in your ORCID record related to the merged Research product.
Powered by OpenAIRE graph