search
Include:
1 Research products, page 1 of 1

Relevance
arrow_drop_down
  • Closed Access
    Authors: 
    Harald Asmus; Dominik Kneer; Claudia Pogoreutz; Sven Blankenhorn; Jamaluddin Jompa; Nadiarti Nurdin; Dody Priosambodo;
    Publisher: Elsevier

    Abstract Indonesian seagrass communities are among the most diverse compared with those of other tropical or temperate regions. In this chapter, we describe some of the results of our research on seagrass beds in Sulawesi during the German–Indonesian Research Project “Science for the Protection of Indonesian Coastal Ecosystems” (SPICE) from 2004 to 2016. We studied aspects of the distribution and characteristics of these ecosystems within the Spermonde Archipelago, the role of keystone species and eco-engineers, their function as a habitat for fishes, their impact on carbon flow and storage as well as the threat they face due to anthropogenic activities. Our results contributed to these topics either by confirming known data or by originating new ideas on the interactions of seagrasses with animals and physical drivers. The alarming loss of seagrass beds globally is a serious threat for the function of our oceans as carbon sink. To save the seagrass beds, we suggest immediate measures at a regional level for the Spermonde Archipelago. We further recommend detailed research on the role seagrass ecosystems play within the complex interactions between land use and coastal changes. Abstrak Komunitas Lamun Indonesia termasuk salah satu yang paling beragam dibandingkan dengan wilayah tropis dan subtropis lainnya. Pada bab ini, kami menguraikan beberapa hasil penelitian yang dilakukan di padang lamun Sulawesi selama kegiatan riset bersama Jerman-Indonesia bertajuk “Sains untuk Perlindungan Ekosistem Pantai Indonesia” dari 2004 hingga 2016. Kami mengkaji aspek distribusi dan karakteristik dari ekosistem padang lamun yang ada di Kepulauan Spermonde, peran spesies kunci dan rekayasa ekologi, fungsi padang lamun sebagai habitat bagi ikan, dampak padang lamun terhadap aliran karbon dan penyimpanannya, termasuk ancaman yang dihadapi padang lamun akibat aktifitas manusia. Peringatan tentang berkurangnya luasan padang lamun di seluruh dunia adalah ancaman serius terhadap fungsi laut kita sebagai penyimpan karbon. Untuk menyelamatkan padang lamun ini, kami menyarankan untuk secepatnya melakukan penelitian dalam skala regional. Kami juga merekomendasikan dilakukannya riset yang lebih detail terkait peran ekosistem lamun dalam interaksi kompleks antara penggunaan lahan (land use) dan perubahan pantai.

Include:
1 Research products, page 1 of 1
  • Closed Access
    Authors: 
    Harald Asmus; Dominik Kneer; Claudia Pogoreutz; Sven Blankenhorn; Jamaluddin Jompa; Nadiarti Nurdin; Dody Priosambodo;
    Publisher: Elsevier

    Abstract Indonesian seagrass communities are among the most diverse compared with those of other tropical or temperate regions. In this chapter, we describe some of the results of our research on seagrass beds in Sulawesi during the German–Indonesian Research Project “Science for the Protection of Indonesian Coastal Ecosystems” (SPICE) from 2004 to 2016. We studied aspects of the distribution and characteristics of these ecosystems within the Spermonde Archipelago, the role of keystone species and eco-engineers, their function as a habitat for fishes, their impact on carbon flow and storage as well as the threat they face due to anthropogenic activities. Our results contributed to these topics either by confirming known data or by originating new ideas on the interactions of seagrasses with animals and physical drivers. The alarming loss of seagrass beds globally is a serious threat for the function of our oceans as carbon sink. To save the seagrass beds, we suggest immediate measures at a regional level for the Spermonde Archipelago. We further recommend detailed research on the role seagrass ecosystems play within the complex interactions between land use and coastal changes. Abstrak Komunitas Lamun Indonesia termasuk salah satu yang paling beragam dibandingkan dengan wilayah tropis dan subtropis lainnya. Pada bab ini, kami menguraikan beberapa hasil penelitian yang dilakukan di padang lamun Sulawesi selama kegiatan riset bersama Jerman-Indonesia bertajuk “Sains untuk Perlindungan Ekosistem Pantai Indonesia” dari 2004 hingga 2016. Kami mengkaji aspek distribusi dan karakteristik dari ekosistem padang lamun yang ada di Kepulauan Spermonde, peran spesies kunci dan rekayasa ekologi, fungsi padang lamun sebagai habitat bagi ikan, dampak padang lamun terhadap aliran karbon dan penyimpanannya, termasuk ancaman yang dihadapi padang lamun akibat aktifitas manusia. Peringatan tentang berkurangnya luasan padang lamun di seluruh dunia adalah ancaman serius terhadap fungsi laut kita sebagai penyimpan karbon. Untuk menyelamatkan padang lamun ini, kami menyarankan untuk secepatnya melakukan penelitian dalam skala regional. Kami juga merekomendasikan dilakukannya riset yang lebih detail terkait peran ekosistem lamun dalam interaksi kompleks antara penggunaan lahan (land use) dan perubahan pantai.

Send a message
How can we help?
We usually respond in a few hours.