search
Include:
6 Research products, page 1 of 1

  • Publications

Relevance
arrow_drop_down
  • Open Access
    Authors: 
    Rizky Nugroho; null Handi; null Yusrizal; null Didik Sugiyanto;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Uji coba alat dilakukan untuk mengetahui apakah produk sudah sesuai dengan tujuan yaitu dapat mengurangi resiko ganggunan fisik atau tidak nyaman saat pngujian alat tersebut. Evaluasi produk dilakukan dengan uji ciba produk kepada pengguna dalam uji coba alat uji metalografi yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Teknik sehingga, benar-benar diperoleh hasil yang diinginkan. Dari setiap anailisis QFD untuk tiap kebutuhan konsumen, yang dianggap sangat penting yaitu material rangka yang kuat tapi memiliki bobot yang ringan, tingkat kesulitan persentase tertinggi yaitu pada bagian rangka meja 25%, pada tingkat kepentingan yaitu pada bagian rangka meja 33%, dan pada perkiraan biaya yaitu pada alat bagian rangka 50%

  • Open Access
    Authors: 
    null Vazri Muharom; null Rifky;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolator dari ketiga bahan (kayu, karet dan styrofoam) yang akan menghasilkan isolator panas yang baik pada termoelektrik. Penelitian ini dilakukan di lantai terbuka Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA di Jakarta, Indonesia antara Maret-Oktober 2019 dengan menggunakan 3 termoelektrik. Harapan dari percobaan ini adalah untuk menghasilkan listrik yang paling banyak dari ketiga bahan tersebut Kata kunci: panduan; tulisan; format; judul Abstract The purpose of this experiment is to get insulator from all three material (wood, rubber and styrofoam) which will produce a good heat insulator on thermoelectric. This research was conducted on the open floor at the Faculty of Engineering, University Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA in Jakarta, Indonesia between March-October 2019 by using 3 thermoelectric. The hope of this experiment is to produce the most electricity from the three materials Keywords: Thermal conductivity, Heat Tranfer, Isolator, Thermoelectric

  • Open Access
    Authors: 
    METALIK Jurnal Manufaktur Energi Material Teknik;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Background: Mesin penyuir daging ikan digunakan untuk meningkatkan nilai tambah produk, sehingga harga jual produk yang dihasilkan dari bahan baku ikan meningkat dan menguntungkan bagi nelayan di persisir pantai Tanggamus. Pembuatan mesin penyuir daging ikan diawali dengan perancangan menggunakan solid work dan membuat gambar teknik dengan ditailnya. Pembuatan dilakukan dan kemudian merakit serta melakukan pengujian terhadap performan mesin penyuir daging ikat. Hasil pengujian menunjukan bahan mesin penyuir daging ikan berhasil dibuat dengan kapasitas produksi hingga mencapai 2 kg dalam waktu 15 menit. Waktu penyuiran selama 15 menit menghasilkan suiran daging ikan berukuran kecil dan dengan ukuran yang relatif seragam. Dengan demikian hasil pengujian mesin penyuir daging dapat menghasilkan suiran daging yang lebih baik dan dalam waktu yang relatif pendek Kata kunci: mesin; suiran; daging; ikan; abon Abstract Background: Fish meat shredder machine is used to increase the added value of the product, so that the selling price of products produced from fish raw materials increases and is profitable for fishermen on the Tanggamus coast. Making a fish meat shredding machine begins with designing using solid work and making technical drawings with details. The manufacture is carried out and then assembling and testing the performance of the shredder machine. The test results show that the shredder machine has been successfully made with a production capacity of up to 2 kg in 15 minutes. The whistling time of 15 minutes resulted in small and relatively uniform shreds of fish meat. Thus, the test results of the shredder machine can produce better cuts of meat and in a relatively short time Key words: machine; whistling; meat; fish; Floss

  • Open Access
    Authors: 
    null I Wayan Sugita; null Ferry Budhi Susetyo; null Hanapi; null Moh Sahal Rifai;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Re-Desain dan perbaikan furnace dengan konsumsi daya 5000Watt ini dilakukan untuk memperbaiki dan menambah bagian-bagian dari furnace yang sudah ada. Hal ini dilakukan agar furnace yang lama bisa disempurnakan secara kegunaannya. Dalam proses re-desain mempunyai beberapa tahapan yaitu diawali dengan tahap pembuatan sketsa gambar, ukuran rangka, ruang pembakaran, dan dilanjutkan pada tahap pembuatan gambar kerja. Selanjutnya adalah analisis perhitungan jumlah kalor yang dilirkan dan konsumsi listrik yang terpakai. Berdasarkan hasil dari proses pengujian furnace, dapat disimpulkan bahwa furnace yang telah di re-desain dan diperbaiki mampu bekerja secara maksimal. Suhu yang dihasilkan furnace mencapai 833°C dalam waktu 26 menit 34 detik. Abstract Re-design and repair of the furnace with a power consumption of 5000Watt was carried out to repair and add parts of the existing furnace. This is done so that the old furnace can be refined in its usefulness. In the re-design process, there are several stages, starting with the stage of making a sketch of the drawing, the size of the frame, the combustion chamber, and continuing at the stage of making working drawings. Next is the analysis of the calculation of the amount of heat released and the electricity consumption used. Based on the results of the furnace testing process, it can be concluded that the re-designed and repaired furnace is able to work optimally. The temperature produced by the furnace reaches 833°C within 26 minutes 34 second.

  • Open Access
    Authors: 
    null Sopiyan; null Muhammad Iqbal; null Ferry Budhi Susetyo;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Pada bagian atas cat warna juga dilapisi kembali dengan campuran varnish dan solvent dengan tujuan melindungi dari panas terik matahari serta polutan lainnya. Untuk itu akan dilakukan penelitan variasi temperatur pengeringan untuk melihat karakteristik seperti: kekilapan, kemampuan bending, dan daya lekat. Pelat SPCC dipotong kemudian dilakukan proses pengecatan epoxy dan keringkan. Kemudian dilanjutkan dengan pengecatan dengan warna hitam dan keringkan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian varnish dengan komposisi varnish dan solvent sebanyak 1:0,3. Setelah selesai kemudian dioven dengan variasi temperatur 40, 60, dan 80˚C selama 25 menit. Temperatur 40˚C menghasilkan kekilapan paling tinggi yaitu 98,9 GU, daya rekat baik karena tidak ada cat yang terkelupas serta hasil bending yang bagus karena tidak ada retak. Kata kunci: kekilapan, temperatur, SPCC Abstract Varies drying temperature will be carried out to see the characteristics formed such as gloss, bending ability, and adhesion resistance. The SPCC plate was cut and then carried out an epoxy painting process and dried. Then proceed with painting by giving black color and drying. Then proceed with the provision of varnish with a composition of 1:0.3 varnish and solvent. After completion, it is then baked in an oven with temperature variations of 40, 60, and 80˚C for 25 minutes. The temperature of 40˚C produces the highest gloss, which is 98.9 GU, good adhesion because there is no peeling paint and good bending results because there are no cracks. Keywords: gloss, temperature, SPCC

  • Open Access
    Authors: 
    null Fauzan Fikrat Winata; null Agus Fikri; null M Mujirudin;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hasil electroplating krom terhadap ketebalan dan kekerasan pada jari-jari sepeda motor yang telah di-electroplating nikel. Penelitian ini dilakukan ruang laboratorium PT.Enkei Indonesia dan PT. Murni Cahaya Pratama bekasi, Jawa barat, Indonesia antara Januari - Maret 2021 dengan menggunakan pelapisan electroplating krom, jari-jari sepeda motor terbuat dari material baja st37 yang sudah dilakukan pelapisan electroplating nikel, kemudian electroplating krom. Parameter penelitian adalah kuat arus pencelupan 4A, 6A, dan 8A. Pengujian yang dilakukan adalah ketebalan, kekerasan, struktur makro dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kuat arus terhadap pelapisan electroplating menghasilkan nilai tertinggi ketebalan dengan rata-rata 26,77 μm, struktur mikro bersifat tahan korosi dan non magnetic, struktur makro menunjukkan hasil bercak hitam berindikasi cacat seperti porositi dan nilai tertinggi kekerasan dengan rata- rata 4H. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of chrome electroplating on the thickness and hardness of the spokes of a motorcycle wich has been electroplating nikel. This research was conducted in the laboratory room of PT. Enkei Indonesia and PT. Murni Cahaya Pratama Bekasi, West Java, Indonesia between January - March 2021 using nickel-chrome electroplating, the spokes of the motorcycle are made of st37 steel which has been electroplated with nickel, then electroplated with chrome. The parameters of the research were 4A, 6A, and 8A immersion currents. The tests carried out are thickness, hardness, macro structure and micro structure. The results showed that the effect of the strong current on the electroplating coating resulted in the highest value of thickness with an average of 26.77µm, the microstructure was corrosion resistant and non-magnetic, the macro structure showed the results of black spots indicating defects such as porosity and the highest value of hardness with an average 4H

search
Include:
6 Research products, page 1 of 1
  • Open Access
    Authors: 
    Rizky Nugroho; null Handi; null Yusrizal; null Didik Sugiyanto;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Uji coba alat dilakukan untuk mengetahui apakah produk sudah sesuai dengan tujuan yaitu dapat mengurangi resiko ganggunan fisik atau tidak nyaman saat pngujian alat tersebut. Evaluasi produk dilakukan dengan uji ciba produk kepada pengguna dalam uji coba alat uji metalografi yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Teknik sehingga, benar-benar diperoleh hasil yang diinginkan. Dari setiap anailisis QFD untuk tiap kebutuhan konsumen, yang dianggap sangat penting yaitu material rangka yang kuat tapi memiliki bobot yang ringan, tingkat kesulitan persentase tertinggi yaitu pada bagian rangka meja 25%, pada tingkat kepentingan yaitu pada bagian rangka meja 33%, dan pada perkiraan biaya yaitu pada alat bagian rangka 50%

  • Open Access
    Authors: 
    null Vazri Muharom; null Rifky;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolator dari ketiga bahan (kayu, karet dan styrofoam) yang akan menghasilkan isolator panas yang baik pada termoelektrik. Penelitian ini dilakukan di lantai terbuka Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA di Jakarta, Indonesia antara Maret-Oktober 2019 dengan menggunakan 3 termoelektrik. Harapan dari percobaan ini adalah untuk menghasilkan listrik yang paling banyak dari ketiga bahan tersebut Kata kunci: panduan; tulisan; format; judul Abstract The purpose of this experiment is to get insulator from all three material (wood, rubber and styrofoam) which will produce a good heat insulator on thermoelectric. This research was conducted on the open floor at the Faculty of Engineering, University Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA in Jakarta, Indonesia between March-October 2019 by using 3 thermoelectric. The hope of this experiment is to produce the most electricity from the three materials Keywords: Thermal conductivity, Heat Tranfer, Isolator, Thermoelectric

  • Open Access
    Authors: 
    METALIK Jurnal Manufaktur Energi Material Teknik;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Background: Mesin penyuir daging ikan digunakan untuk meningkatkan nilai tambah produk, sehingga harga jual produk yang dihasilkan dari bahan baku ikan meningkat dan menguntungkan bagi nelayan di persisir pantai Tanggamus. Pembuatan mesin penyuir daging ikan diawali dengan perancangan menggunakan solid work dan membuat gambar teknik dengan ditailnya. Pembuatan dilakukan dan kemudian merakit serta melakukan pengujian terhadap performan mesin penyuir daging ikat. Hasil pengujian menunjukan bahan mesin penyuir daging ikan berhasil dibuat dengan kapasitas produksi hingga mencapai 2 kg dalam waktu 15 menit. Waktu penyuiran selama 15 menit menghasilkan suiran daging ikan berukuran kecil dan dengan ukuran yang relatif seragam. Dengan demikian hasil pengujian mesin penyuir daging dapat menghasilkan suiran daging yang lebih baik dan dalam waktu yang relatif pendek Kata kunci: mesin; suiran; daging; ikan; abon Abstract Background: Fish meat shredder machine is used to increase the added value of the product, so that the selling price of products produced from fish raw materials increases and is profitable for fishermen on the Tanggamus coast. Making a fish meat shredding machine begins with designing using solid work and making technical drawings with details. The manufacture is carried out and then assembling and testing the performance of the shredder machine. The test results show that the shredder machine has been successfully made with a production capacity of up to 2 kg in 15 minutes. The whistling time of 15 minutes resulted in small and relatively uniform shreds of fish meat. Thus, the test results of the shredder machine can produce better cuts of meat and in a relatively short time Key words: machine; whistling; meat; fish; Floss

  • Open Access
    Authors: 
    null I Wayan Sugita; null Ferry Budhi Susetyo; null Hanapi; null Moh Sahal Rifai;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Re-Desain dan perbaikan furnace dengan konsumsi daya 5000Watt ini dilakukan untuk memperbaiki dan menambah bagian-bagian dari furnace yang sudah ada. Hal ini dilakukan agar furnace yang lama bisa disempurnakan secara kegunaannya. Dalam proses re-desain mempunyai beberapa tahapan yaitu diawali dengan tahap pembuatan sketsa gambar, ukuran rangka, ruang pembakaran, dan dilanjutkan pada tahap pembuatan gambar kerja. Selanjutnya adalah analisis perhitungan jumlah kalor yang dilirkan dan konsumsi listrik yang terpakai. Berdasarkan hasil dari proses pengujian furnace, dapat disimpulkan bahwa furnace yang telah di re-desain dan diperbaiki mampu bekerja secara maksimal. Suhu yang dihasilkan furnace mencapai 833°C dalam waktu 26 menit 34 detik. Abstract Re-design and repair of the furnace with a power consumption of 5000Watt was carried out to repair and add parts of the existing furnace. This is done so that the old furnace can be refined in its usefulness. In the re-design process, there are several stages, starting with the stage of making a sketch of the drawing, the size of the frame, the combustion chamber, and continuing at the stage of making working drawings. Next is the analysis of the calculation of the amount of heat released and the electricity consumption used. Based on the results of the furnace testing process, it can be concluded that the re-designed and repaired furnace is able to work optimally. The temperature produced by the furnace reaches 833°C within 26 minutes 34 second.

  • Open Access
    Authors: 
    null Sopiyan; null Muhammad Iqbal; null Ferry Budhi Susetyo;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Pada bagian atas cat warna juga dilapisi kembali dengan campuran varnish dan solvent dengan tujuan melindungi dari panas terik matahari serta polutan lainnya. Untuk itu akan dilakukan penelitan variasi temperatur pengeringan untuk melihat karakteristik seperti: kekilapan, kemampuan bending, dan daya lekat. Pelat SPCC dipotong kemudian dilakukan proses pengecatan epoxy dan keringkan. Kemudian dilanjutkan dengan pengecatan dengan warna hitam dan keringkan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian varnish dengan komposisi varnish dan solvent sebanyak 1:0,3. Setelah selesai kemudian dioven dengan variasi temperatur 40, 60, dan 80˚C selama 25 menit. Temperatur 40˚C menghasilkan kekilapan paling tinggi yaitu 98,9 GU, daya rekat baik karena tidak ada cat yang terkelupas serta hasil bending yang bagus karena tidak ada retak. Kata kunci: kekilapan, temperatur, SPCC Abstract Varies drying temperature will be carried out to see the characteristics formed such as gloss, bending ability, and adhesion resistance. The SPCC plate was cut and then carried out an epoxy painting process and dried. Then proceed with painting by giving black color and drying. Then proceed with the provision of varnish with a composition of 1:0.3 varnish and solvent. After completion, it is then baked in an oven with temperature variations of 40, 60, and 80˚C for 25 minutes. The temperature of 40˚C produces the highest gloss, which is 98.9 GU, good adhesion because there is no peeling paint and good bending results because there are no cracks. Keywords: gloss, temperature, SPCC

  • Open Access
    Authors: 
    null Fauzan Fikrat Winata; null Agus Fikri; null M Mujirudin;
    Publisher: University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)

    Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hasil electroplating krom terhadap ketebalan dan kekerasan pada jari-jari sepeda motor yang telah di-electroplating nikel. Penelitian ini dilakukan ruang laboratorium PT.Enkei Indonesia dan PT. Murni Cahaya Pratama bekasi, Jawa barat, Indonesia antara Januari - Maret 2021 dengan menggunakan pelapisan electroplating krom, jari-jari sepeda motor terbuat dari material baja st37 yang sudah dilakukan pelapisan electroplating nikel, kemudian electroplating krom. Parameter penelitian adalah kuat arus pencelupan 4A, 6A, dan 8A. Pengujian yang dilakukan adalah ketebalan, kekerasan, struktur makro dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kuat arus terhadap pelapisan electroplating menghasilkan nilai tertinggi ketebalan dengan rata-rata 26,77 μm, struktur mikro bersifat tahan korosi dan non magnetic, struktur makro menunjukkan hasil bercak hitam berindikasi cacat seperti porositi dan nilai tertinggi kekerasan dengan rata- rata 4H. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of chrome electroplating on the thickness and hardness of the spokes of a motorcycle wich has been electroplating nikel. This research was conducted in the laboratory room of PT. Enkei Indonesia and PT. Murni Cahaya Pratama Bekasi, West Java, Indonesia between January - March 2021 using nickel-chrome electroplating, the spokes of the motorcycle are made of st37 steel which has been electroplated with nickel, then electroplated with chrome. The parameters of the research were 4A, 6A, and 8A immersion currents. The tests carried out are thickness, hardness, macro structure and micro structure. The results showed that the effect of the strong current on the electroplating coating resulted in the highest value of thickness with an average of 26.77µm, the microstructure was corrosion resistant and non-magnetic, the macro structure showed the results of black spots indicating defects such as porosity and the highest value of hardness with an average 4H

Send a message
How can we help?
We usually respond in a few hours.